Rabu, 12 Oktober 2016

Cerpen Air Mata Dibalik Senyuman


Nama : Cindy Rosita
NIM : D1B016046
Kelas : Agribisnis E





Air Mata Dibalik Senyuman
      

       Tuuuutttttt,,,,, “Suara kereta memecah keramaian didalam rangkaian gerbong berjalan ini, detakan  roda besi yang berputar diatas baja panjang tak berujung menemani perjalanan ku  menuju kota kelahiranku. Dengan irama pedagang asongan yang menawarkan dagangannya, dan udara yang pengap semakin membuatku tak nyaman.
“Mas,,mau numpang tanya…”
Tiba –tiba suara bidadari cantik yang  begitu lembut ku dengar
.“iya mbak mau tanya apa?”
“kalau mau ke alamat ini, turunnya di stasiun apa ya mas?”
Dengan menunjukan secarik kertas kepada ku, akupun melihatnya dengan seksama.
“Oh,alamat ini sama dengan tujuan saya mbak, nanti mbak bareng aja sama saya, turun di Stasiun jakabarat”.
“maaf mas sudah merepotkan”.
“ahh, nyantai aja kali mbak.”
Ya Allah mimpi apa semalam aku ini?bisa bertemu bidadari cantik, parasnya begitu menawan, Wajahnya bak bunga mawar yang mulai mekar.
“Bolehkah saya duduk disini mas?”.
“Silahkan Mbak.” Jawabku sambil bergeser dari bangku.
        
         Terasa berdenyut kencang jantungku, panas dingin yang ku rasakan akhirnya kuberanikan diri untuk berkenalan dengannya. Rasa gerogi ternyata membuat aku haus, ku ambil botol minuman yang terletak di meja kereta. Aku menawarkan pada Key, gadis cantik yang duduk disebelahku sekarang. Nama aslinya Keyla Kartika mahasiswi Fakultas Pendidikan  semester 4 Universitas negri Lampung, dia asli Lampung,dan mau mengunjungi neneknya yang ada di kota Metro.Berharap aku bisa mengenalnya lebih dekat bahkan bisa menyelinap masuk di hatinya. Mungkin itu harapan yang terpendam buat ku.

       Tak pernah ku sangka kami berdua cepat sekali akrab, dan tak tau mengapa juga aku begitu nyaman dekat dengan dia, padahal masih terbilang beberapa jam saja kami bertemu. Kenapa tangan ini begitu dingin, dan kenapa selalu ada perasaan kagum saat melihatnya. Apalagi saat ia tidur sekarang ini kepolosan terpancar di wajah manisnya. Sungguh cantik dirimu Key, kecantikanmu itu mampu membuatku mengalami getaran cinta yang tak dapat terhitung dengan skala Richter. Huffthh… aku hanya bisa menghela nafas.

      Hembusan angin yang masuk lewat jendela kaca, suara gemuruh dari pohon-pohon yang terlewati kereta dengan kecapatan maksimum, seakan menandakan malam semakin mencekam.Cahaya mata mulai terasa redup, seakan sudah tak ada daya untuk melihat lagi, terasa penat dan lelah, rusukku terasa rapuh ingin segera rebahan di atas tumpukan kapuk yang nyaman.Hatiku semakin tak karuan semakin lama aku melihatnya semakin tak diragukan lagi kalau aku suka sama dia. Aduhhh ….… mikir apa sih aku ini mana mungkin aku bisa menyimpulkan kalo aku suka sedangkan aku belum kenal jauh.. dasar Andra,,, lagian dia belum tentu suka sama kamu… tapi memang aku sadari dia telah membuat aku jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Tuuuttt…. Bunyi kereta yang membuyarkan lamunanku, Keyla pun terbangun.
“sudah sampai mana Dra?
“bentar lagi sampai Key, siapin dulu barang-barang kamu…”
   
          Tak lama kemudian kereta berhenti di stasiun besar metro, ini adalah pemberhentian terakhir untuk kereta jurusan Bandar Lampung-metro. Aku mengantarkan Keyla mencari ojek yang akan mengantarkannya ke alamat yang dituju. Sebelum ia pergi kami bertukar nomor Handphone. Dengan berat hati aku mengucapkan selamat tinggal padanya.Pertemuan singkat ku dengannya menyimpan sejuta kenangan yang mungkin sulit untuk aku lupakan.

        Sesampainya dirumah aku langsung mencium tangan ibu ku yang saat itu kelihatan kurang sehat, wanita tua itu semakin kurus saja, aku memandangnya dengan rasa iba, dan sayang sama beliau.Harta yang paling berharga didunia ini, dialah mentari hidupku, pejuangnya tak kenal lelah dan perhitungan. Tak terhitung betapa besar pengorbanannya.Malam harinya ada SMS masuk di Handphone ku, tertulis nama Keyla
“malam Dra… terima kasih ya sudah menolong aku kemarin.”
“iyaa,,, santai aja lagi Key..”
“besok jalan-jalan yukk Dra, aku ingin keliling kota ini tapi gak punya teman, yang aku kenal Cuma kamu aja,,, mau yaa nemenin aku…”
Sekali lagi mimpi apa aku diajak jalan-jalan wanita cantik yang baru aku kenal.
“oke, besok aku jemput di rumah nenek kamu yaa,, jam 8 pagi…”
     
       Keesok harinya dengan semangat aku menjemput dia di rumah neneknya .Sungguh pemandangan yang indah dia begitu ceria dan sangat-sangat polos. Penampilannya simple tidak banyak gaya seperti anak-anak jaman sekarang.Dengan mengendarai roda duaku kami meluncur menuju tempat yang menurutku indah.
 “wooowww,,,, indah sekali Dra, sumpah baru kali ini aku melihat tempat yang paling indah seperti ini”.
Tak terasa waktu menunjukan pukul 4 sore aku pun mengajaknya pulang.
“Ya sudah ayo pulang nanti kamu dicariin nenek lohh”.
Akhirnya kami sampai dirumah neneknya keyla dan sebelum aku beranjak pergi dia mngatakan padaku bahwa esok dia akan pulang ke Bandar lampung.Apalah dayaku ,aku  tak bias berkomentar apa-apa karna kami hanya sebatas teman.Tapi aku tetap bersyukur bisa dipertemukan sekaligus dekat dengan wanita idaman seperti keyla.

       Keesok harinya aku ingin sekali mengantarnya ke Stasiun, aku menghampiri Keyla di rumah neneknya. Tetapi saat aku tiba disana terlihat mobil ambulan yang parkir di pekarangan rumah Nek Piah. Karumunan orang-orang menghalangi pandanganku untuk mengetahui siapa yang sakit, sampai-sampai mobil ambulan menjemputya. Jangan-jangan Nek Piah sakit lagi kerena beberapa waktu lalu dia sempat dirawat inap dirumah sakit, itulah yang aku tangkap dari cerita Keyla kemarin.Akupun mendekati kerumunan itu, aku terkejut !sosok tubuh mungil yang dibopong oleh dua orang perawat rumah sakit menggunakan tempat tidur beroda itu adalah keyla. Keyla… apa yang terjadi pada gadisku?...Ambulan berangkat membawa Keyla menuju rumah sakit dengan ditemani Nek Piah. Aku membuntutinya dari belakang dalam hati tersimpan banyak pertanyaan. Dia dibawa ke ruang IGD, aku menunggunya di luar bersama nenek dan kedua orang tuanya.
“Sudah lama ia mengidap penyakit leukemia, sejak kecil dia memang sakit-sakitan, kami sekeluarga bersukur karena Keyla bisa bertahan hidup dari penyakitnya itu sampai sekarang, ia tak pernah sedikitpun mengeluh, dia tetap terlihat tegar menghadapi penyakitnya. kami sekeluarga tak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyembuhkan penyakitnya, bahkan Keyla tidak mau saat kami ingin membawanya ke luar negeri untuk berobat. Katanya malah buang-buang biaya saja. Saat liburan ia ingin sekali mengunjungi neneknya. Dengan berat hati kami mengizinkannya pergi seorang diri, dia juga ingin merasakan naik kereta api. Satiap saat ia telpon dan menceritakan pengalamannya selama disini, dan juga tentang kamu nak Andra, dia merasa bahagia saat bersama kamu, saya turut bahagia mendengar ceritanya dan tak terbayangkan jika dia cerita dihadapan saya, terima kasih nak Andra.”
Aku terharu mendengar cerita itu.Singkat cerita….Dalam senja yang sejuk segrombolan orang mengelilingi gundukan tanah merah dengan taburan bunga-bunga yang semerbak harumnya, sederetan doa di panjatkan untuk orang tersayang. Di pekarangan yang luas ini banyak orang yang istirahat selamanya menjalani hidupnya di dunia. Kesedihan yang ku rasakan selama seminggu terakhir ini tak dapat  melepaskan bayangan Keyla di mata ini.
      
      Setiap kali ku panjatkan doa di atas gundukan tanah merah ini perih mata ini menahan paksaan air mata yang memberontak keluar. Aku tidak boleh meneteskannya di hadapan Keyla, karena aku sudah berjanji padanya saat ia terbaring di rumah sakit. Keyla akan ku bawa kenangan bersamamu di setiap langkahku. Selamat tinggal Keyla..semoga kamu senantiasa bahagia dan tersenyumlah disisinya.Suatu saat akan kutemui kau disisinya menyelesaikan kisah cinta yang tertunda…




3 komentar:

  1. metro bandar Lampung ada kreta th
    ??
    ceritanya remaja banget,hehe
    keyla ikut asuransi gk ya??

    BalasHapus
  2. Baik sekali, gambaran lokasi sangat baik sehingga pembaca bisa membayangkan sedang berada di dalam cerita, kembangkan terus bakatmu.

    BalasHapus