Nama : Cindy Rosita
NIM : D1B016046
Kelas : Agribisnis E
Air Mata Dibalik Senyuman
Tuuuutttttt,,,,, “Suara kereta memecah
keramaian didalam rangkaian gerbong berjalan ini, detakan roda besi yang
berputar diatas baja panjang tak berujung menemani perjalanan ku menuju kota kelahiranku. Dengan irama pedagang
asongan yang menawarkan dagangannya, dan udara yang pengap semakin membuatku tak
nyaman.
“Mas,,mau numpang tanya…”
Tiba –tiba suara bidadari cantik yang begitu lembut ku dengar
Tiba –tiba suara bidadari cantik yang begitu lembut ku dengar
.“iya mbak mau tanya apa?”
“kalau mau ke alamat ini, turunnya di stasiun apa ya mas?”
Dengan menunjukan secarik kertas kepada ku, akupun melihatnya dengan seksama.
“Oh,alamat ini sama dengan tujuan saya mbak, nanti mbak bareng aja sama saya, turun di Stasiun jakabarat”.
“maaf mas sudah merepotkan”.
“ahh, nyantai aja kali mbak.”
“kalau mau ke alamat ini, turunnya di stasiun apa ya mas?”
Dengan menunjukan secarik kertas kepada ku, akupun melihatnya dengan seksama.
“Oh,alamat ini sama dengan tujuan saya mbak, nanti mbak bareng aja sama saya, turun di Stasiun jakabarat”.
“maaf mas sudah merepotkan”.
“ahh, nyantai aja kali mbak.”
Ya Allah mimpi apa semalam aku
ini?bisa bertemu bidadari cantik, parasnya begitu menawan, Wajahnya bak bunga
mawar yang mulai mekar.
“Bolehkah saya duduk disini mas?”.
“Silahkan Mbak.” Jawabku sambil bergeser dari bangku.
“Silahkan Mbak.” Jawabku sambil bergeser dari bangku.
Terasa berdenyut kencang jantungku,
panas dingin yang ku rasakan akhirnya kuberanikan diri untuk berkenalan
dengannya. Rasa gerogi ternyata membuat aku haus, ku ambil botol minuman yang
terletak di meja kereta. Aku menawarkan pada Key, gadis cantik yang duduk
disebelahku sekarang. Nama aslinya Keyla Kartika mahasiswi Fakultas
Pendidikan semester 4 Universitas negri Lampung, dia asli Lampung,dan mau
mengunjungi neneknya yang ada di kota Metro.Berharap aku bisa mengenalnya lebih
dekat bahkan bisa menyelinap masuk di hatinya. Mungkin itu harapan yang terpendam
buat ku.
Tak pernah ku sangka kami berdua cepat
sekali akrab, dan tak tau mengapa juga aku begitu nyaman dekat dengan dia,
padahal masih terbilang beberapa jam saja kami bertemu. Kenapa tangan ini
begitu dingin, dan kenapa selalu ada perasaan kagum saat melihatnya. Apalagi
saat ia tidur sekarang ini kepolosan terpancar di wajah manisnya. Sungguh
cantik dirimu Key, kecantikanmu itu mampu membuatku mengalami getaran cinta
yang tak dapat terhitung dengan skala Richter. Huffthh… aku hanya bisa menghela
nafas.
Hembusan angin yang masuk lewat jendela kaca, suara gemuruh dari
pohon-pohon yang terlewati kereta dengan kecapatan maksimum, seakan menandakan
malam semakin mencekam.Cahaya mata mulai terasa redup, seakan sudah tak ada
daya untuk melihat lagi, terasa penat dan lelah, rusukku terasa rapuh ingin
segera rebahan di atas tumpukan kapuk yang nyaman.Hatiku semakin tak karuan
semakin lama aku melihatnya semakin tak diragukan lagi kalau aku suka sama dia.
Aduhhh ….… mikir apa sih aku ini mana mungkin aku bisa menyimpulkan kalo aku
suka sedangkan aku belum kenal jauh.. dasar Andra,,, lagian dia belum tentu
suka sama kamu… tapi memang aku sadari dia telah membuat aku jatuh cinta untuk
pertama kalinya.
Tuuuttt…. Bunyi kereta yang
membuyarkan lamunanku, Keyla pun terbangun.
“sudah sampai mana Dra?
“bentar lagi sampai Key, siapin dulu barang-barang kamu…”
“bentar lagi sampai Key, siapin dulu barang-barang kamu…”
Tak lama kemudian kereta berhenti di
stasiun besar metro, ini adalah pemberhentian terakhir untuk kereta jurusan Bandar
Lampung-metro. Aku mengantarkan Keyla mencari ojek yang akan mengantarkannya ke
alamat yang dituju. Sebelum ia pergi kami bertukar nomor Handphone. Dengan
berat hati aku mengucapkan selamat tinggal padanya.Pertemuan singkat ku
dengannya menyimpan sejuta kenangan yang mungkin sulit untuk aku lupakan.
Sesampainya dirumah aku langsung
mencium tangan ibu ku yang saat itu kelihatan kurang sehat, wanita tua itu
semakin kurus saja, aku memandangnya dengan rasa iba, dan sayang sama beliau.Harta
yang paling berharga didunia ini, dialah mentari hidupku, pejuangnya tak kenal
lelah dan perhitungan. Tak terhitung betapa besar pengorbanannya.Malam harinya
ada SMS masuk di Handphone ku, tertulis nama Keyla
“malam Dra… terima kasih ya sudah menolong aku kemarin.”
“malam Dra… terima kasih ya sudah menolong aku kemarin.”
“iyaa,,, santai aja lagi Key..”
“besok jalan-jalan yukk Dra, aku ingin keliling kota ini tapi gak punya teman, yang aku kenal Cuma kamu aja,,, mau yaa nemenin aku…”
“besok jalan-jalan yukk Dra, aku ingin keliling kota ini tapi gak punya teman, yang aku kenal Cuma kamu aja,,, mau yaa nemenin aku…”
Sekali lagi mimpi apa aku diajak
jalan-jalan wanita cantik yang baru aku kenal.
“oke, besok aku jemput di rumah nenek kamu yaa,, jam 8 pagi…”
“oke, besok aku jemput di rumah nenek kamu yaa,, jam 8 pagi…”
Keesok harinya dengan semangat aku
menjemput dia di rumah neneknya .Sungguh pemandangan yang indah dia begitu
ceria dan sangat-sangat polos. Penampilannya simple tidak banyak gaya seperti
anak-anak jaman sekarang.Dengan mengendarai roda duaku kami meluncur menuju
tempat yang menurutku indah.
“wooowww,,,, indah sekali Dra, sumpah baru
kali ini aku melihat tempat yang paling indah seperti ini”.
Tak terasa waktu menunjukan pukul 4
sore aku pun mengajaknya pulang.
“Ya sudah ayo pulang nanti kamu
dicariin nenek lohh”.
Akhirnya kami sampai dirumah
neneknya keyla dan sebelum aku beranjak pergi dia mngatakan padaku bahwa esok
dia akan pulang ke Bandar lampung.Apalah dayaku ,aku tak bias berkomentar apa-apa karna kami hanya
sebatas teman.Tapi aku tetap bersyukur bisa dipertemukan sekaligus dekat dengan
wanita idaman seperti keyla.
Keesok harinya aku ingin sekali
mengantarnya ke Stasiun, aku menghampiri Keyla di rumah neneknya. Tetapi saat
aku tiba disana terlihat mobil ambulan yang parkir di pekarangan rumah Nek Piah.
Karumunan orang-orang menghalangi pandanganku untuk mengetahui siapa yang
sakit, sampai-sampai mobil ambulan menjemputya. Jangan-jangan Nek Piah sakit
lagi kerena beberapa waktu lalu dia sempat dirawat inap dirumah sakit, itulah
yang aku tangkap dari cerita Keyla kemarin.Akupun mendekati kerumunan itu, aku
terkejut !sosok tubuh mungil yang dibopong oleh dua orang perawat rumah sakit
menggunakan tempat tidur beroda itu adalah keyla. Keyla… apa yang terjadi pada
gadisku?...Ambulan berangkat membawa Keyla menuju rumah sakit dengan ditemani
Nek Piah. Aku membuntutinya dari belakang dalam hati tersimpan banyak
pertanyaan. Dia dibawa ke ruang IGD, aku menunggunya di luar bersama nenek dan
kedua orang tuanya.
“Sudah lama ia mengidap penyakit
leukemia, sejak kecil dia memang sakit-sakitan, kami sekeluarga bersukur karena
Keyla bisa bertahan hidup dari penyakitnya itu sampai sekarang, ia tak pernah
sedikitpun mengeluh, dia tetap terlihat tegar menghadapi penyakitnya. kami
sekeluarga tak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyembuhkan penyakitnya,
bahkan Keyla tidak mau saat kami ingin membawanya ke luar negeri untuk berobat.
Katanya malah buang-buang biaya saja. Saat liburan ia ingin sekali mengunjungi
neneknya. Dengan berat hati kami mengizinkannya pergi seorang diri, dia juga
ingin merasakan naik kereta api. Satiap saat ia telpon dan menceritakan
pengalamannya selama disini, dan juga tentang kamu nak Andra, dia merasa
bahagia saat bersama kamu, saya turut bahagia mendengar ceritanya dan tak
terbayangkan jika dia cerita dihadapan saya, terima kasih nak Andra.”
Aku
terharu mendengar cerita itu.Singkat cerita….Dalam senja yang sejuk segrombolan
orang mengelilingi gundukan tanah merah dengan taburan bunga-bunga yang
semerbak harumnya, sederetan doa di panjatkan untuk orang tersayang. Di
pekarangan yang luas ini banyak orang yang istirahat selamanya menjalani
hidupnya di dunia. Kesedihan yang ku rasakan selama seminggu terakhir ini tak
dapat melepaskan bayangan Keyla di mata ini.
Setiap kali ku panjatkan doa di
atas gundukan tanah merah ini perih mata ini menahan paksaan air mata yang
memberontak keluar. Aku tidak boleh meneteskannya di hadapan Keyla, karena aku
sudah berjanji padanya saat ia terbaring di rumah sakit. Keyla akan ku bawa
kenangan bersamamu di setiap langkahku. Selamat tinggal Keyla..semoga kamu
senantiasa bahagia dan tersenyumlah disisinya.Suatu saat akan kutemui kau
disisinya menyelesaikan kisah cinta yang tertunda…
metro bandar Lampung ada kreta th
BalasHapus??
ceritanya remaja banget,hehe
keyla ikut asuransi gk ya??
Baik sekali, gambaran lokasi sangat baik sehingga pembaca bisa membayangkan sedang berada di dalam cerita, kembangkan terus bakatmu.
BalasHapusUnsur ektrinsik dan instrinsik
BalasHapus