KONSEP
DASAR MEMBACA
Dosen
pengajar: Shinta anggreany SP, M.Si
Disusun
oleh
Nama :Cindy Rosita
Nim :D1B016046
Kelas : Agribisnis
(E)
PROGRAM STUDI
AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2016
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa, atas berkat dan rahmat – Nyalah saya bisa menyusun makalah mata kuliah
Bahasa Indonesia ini dengan sebaik-baiknya.
Semoga dengan disusunnya makalah ini dapat menambah
pengetahuan dan wawasan kita dalam mempelajari tentang membaca,sehingga
makalah ini ada manfaatnya khususnya bagi saya umumnya bagi pembaca.
Saya menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna dan
masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu Kritik
dan saran sangat saya nantikan demi perbaikan penyusunan makalah dalam masa
mendatang.
Jambi,Oktober
2016
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………... i
DAFTAR ISI……………………………………………………………..ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………..1
1.1 Latar
belakang…………………………….………….....1
1.2 Rumusan
masalah………………….…………………...2
1.3 Tujuan…………………………….…………………….2
1.4 Manfaat…………………………………………………2
BAB II PEMBAHASAN……………………………….……………......3
2.1 pengertian membaca………………………………………………3
2.2 Tujuan dan manfaat
membaca……………………………………..4
2.3 Aspek-aspek
membaca……………………………………………..5
BAB III
PENUTUP…………………………………………………………………..11
3.1 Kesimpulan………………………………………………………..11
3.2 saran……………………………………………………………… 11
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………...12
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Membaca mempunyai peranan sosial yang amat penting
dalam kehidupan manuisa sepanjang masa. Yang dipergunakan oleh pembaca
untuk memperoleh pesan informasi, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui
media kata-kata atau bahasa tulis.
Ada
ungkapan yang mengatakan bahwa buku
adalah gudang ilmu, tentunya kita dapat menggali gudang ilmu dengan cara
membaca. Bahkan di dalam keyakinan ajaran agama Islam, Allah menyampaikan ayat
pertama kepada nabi Muhammad saw yaitu berisi suruhan untuk membaca. Hal ini menunjukan
bahwa membaca merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia
yang harus menjadi sebagai sebuah kebiasaan.
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari
sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah
bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan
informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan,
khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.
Membaca
merupakan kegiatan menerima akan tetapi, untuk mendapatkan pemahaman yang baik
dan menyeluruh, kita tidak melakukannya dengan berpasrah diri. Untuk memperoleh
itu, kita secara aktif bekerja mengolah teks bacaan menjadi bahan yang
bermakna.
Bahkan
bukan hanya pemahaman yang di tuntut dalam membaca, melainkan juga penggolahan
bahan bacaan secara kritis dan kreatif. Membaca bukan hanya proses mengingat,
melainkan juga proses kerja mental yang melibatkan Aspek-Aspek berpikir kritis
dan kreatif seperti yang telah di singgung di atas tadi. Atau lebih berarti
bila ia mampu menerapkanya dalam kehidupan secara nyata.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa
itu membaca?
2. Apa tujuan dan manfaat membaca?
3. Apa saja aspek-aspek membaca?
1.3 Tujuan
1.Untuk mengetahui
pengertian membaca
2.Untuk mengetahui
tujuan dan manfaat membaca
3.Untuk .mengetahui
aspek-aspek membaca
1.4 Manfaat
Manfaat dari
penulisan makalah ini yaitu menambah pengetahuan dengan memberikan informasi
kepada pembaca agar lebih mengetahui tentang apa itu membaca dan kosnsep-konsep
yang ada di dalamnya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Membaca
Membaca berasal dari
kata dasar baca yang artinya memahami arti tulisan.Membaca adaklah salah satu
proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan.Tanpa bisa
membaca manusia bisa dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang.Sebab hidup
manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya . Dan untuk
mendapatkan pengetahuan itu salahh satunya dengan cara membaca.Pengertian lain
membaca ialah suatu proses yang
dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan dan informasi,
yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.
Dari segi linguistik, membaca adalah suatu
proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding
process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan
penyandian (encoding). Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding)
adalah menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna bahasa
lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan
menjadi bunyi yang bermakna.
Definisi
membaca menurut para ahli :
1. Tampubolon
(1993) menjelaskan pada hakekatnya membaca adalah kegiatan fisik dan mental
untuk menemukan makna dari tulisan, maupun dalam kegiatan itu terjadi proses
pengenalan huruf-huruf
2. Smith
(ginting, 2005) bahewa membaca merupakan suatu proses membangun pemahaman dari
teks yang tertulis.
3. Burn, Roy
dan ross (1984)
merupakan proses penerimaan simbol oleh sensori, kemudian mengintererpretasikan
simbol, atau kata yang di lihat atau mempersepsikan, mengenali hubungan antara
kata-kata yang di tulis oleh penulis.
4. Tarigan
(1985) adalah suatu proses yang dilakukan serta di pergunakan
oleh pembaca untuk memperoleh pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk
berkomunikasi dengan diri sendiri dan kadang-kadang orang lain, yaitu
mengomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang
tertulis.
5. Bonomo
(tarigan, 1985) adalah memetik serta memahami arti makna yang terkandung di
dalam bahan tulis
6. Davies (sugiarto,2001)
adalah suatu proses mental atau proses kognetif yang didalamnya seorang pembaca
di harapkan bisa mengikuti dan merespon terhadap pesan si penulis.
7. Cole
(1963) menjelaskan bahwa membaca juga dapat menimbulkan rasa aman dan merelasikan
diri dalam kehidupan pribadi seperti hubungan yang lebih baik dengan keluarga
dan kelompok, perubahan sikap, ide-ide baru serta semakin menghargai berbagai
aktifitas dalam kehidupan.
Berbagai definisi tentang
membaca telah dipaparkan di atas, dan dapat disimpulkan bahwa membaca adalah
kegiatan fisik atau mental, yang menuntut seseorang untuk menginterpretasikan
simbol-simbol tulisan dengan aktif dan kritis sebagai pola komunikasi dengan
diri sendiri agar pembaca dapat menemukan makna tulisan dan memperoleh
informasi sebagai proses tranmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas
dan pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning).
2.1 Tujuan dan Manfaat Membaca
Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh
informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan.
Di bawah ini yang merupakan salah satu
manfaat membaca sebagai berikut :
1. Membaca menghilangkan kecemasan dan
kegundahan.
2. Ketika sibuk
membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
3. Kebiasaan
membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang
malas dan tidak mau bekerja.
4. Dengan sering
membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
5. Membaca
membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
6. Membaca
meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
7. Dengan membaca,
orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana
dan pemahaman para sarjana.
8. Dengan sering
membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses
ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan
aplikasinya dalam hidup.
9. Membaca
membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan
menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
10. Dengan sering
membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan
model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk
menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi
baris” (memahami apa yang tersirat).
2.3 Aspek aspek Membaca
Secara
garis besarnya terdapat dua aspek penting dalam membaca yaitu:
I. Keterampilan yang bersifat ( mechanical skills ) yang dapat di anggap
berada pada urutan yang lebih rendah ( lower order ). Aspek ini mecangkup :
A.
pengenalan bentuk huruf.
B. pengenalan unsur-unsur linguistic
( fonem/grafem,kata,frase,pola klause,kalimat,dan lain-lain.
C.
pengenalan hubungan/ korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan
menyuarakan bahan tertulis atau “ to bark at print “ ).
D.
kecepatan membaca bertaraf lambat.
II.
Keterampilan yang bersipat pemahaman ( comperehesion skills ) yang dapat di
anggap berada pada urutan yang lebih
tinggi ( higher order). Aspek ini
mencangkup :
a.
memahami pengertian
sederhana (leksikal, gramatikal, retorikal).
b. memahami signifikansi atau makna
Adapun jenis-jenis membaca antara lain:
Ø MEMBACA NYARING
Membaca
nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru,
murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk
menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang
pengarang.Membaca nyaring yang baik menuntut agar si pembaca memiliki kecepatan
mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh, karena dia haruslah melihat
pada bahan bacaan untuk memelihara kontak mata dengan para pendengar.
Membaca nyaring
itu pada hakekatnya merupakan suatu masalah lisan. Oleh karena itu maka khusus
dalam pengajaran bahasa asing, aktivitas membaca nyaring lebih dekat atau lebih
ditunjukan pada ucapan dari pada bahan bacaan haruslah dipilih yang mengandung
isi dan bahasa yang relative mudah dipahami
Ø MEMBACA DALAM HATI
Tujuan
utama membaca dalam hati adalah untuk memperoleh informasi.Pada membaca dalam
hati ini sang anak mencapai kecepatan dalam pemahaman frase-frase, memperkaya
kosa katanya, dan memperoleh keuntungan dalam hal keakraban dengan sastra yang
baik. Setelah membaca dalam hati, sang guru dapat menyuruh serta mendorong para
pelajar mengutarakan yang telah mereka baca, dan hal ini memudahkan pengujian
pertumbuhan daya pemahaman dan apresiasi mereka.Dalam garis besarnya, membaca
dalam hati dapat dibagi atas:
- Membaca ekstensif dan
- Membaca intensif.
Berikut
ini akan dibicarakan satu persatu secara terperinci
A.Membaca
Ekstensif
Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Obyeknya
meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Yang menjadi
tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah untuk memahami isi yang
penting-penting dengan cepat dan dengan demikian membaca secara efisien dapat
terlaksana.Membaca ekstensif ini meliputi pula membaca survey,sekilas, dan
dangkal.Berikut ini penjelasan mengenai membaca survey,sekilas,dan dangkal:
·
Membaca survey
Sebelum kita mulai membaca makabiasanya kita meneliti
terlebih dahulu apa-apa yang akan kita telaah. Kita mensurvei bahan bacaan yang
akan dipelajari, yang akan ditelaah, dengan jalan:
a) memeriksa,
meneliti indeks-indeks, daftar kata-kata yang terdapat dalam buku-buku.
b) melihat-lihat, memeriksa, meneliti judul-judul
bab yang terdapat dalam buku-buku
yang bersangkutan.
c) memeriksa, meneliti bagan,
skema, outline buku yang bersangkutan.
·
Membaca sekilas
Membaca sekilas adalah sejenis membaca yang membuat mata
kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mencari
serta mendapatkan informasi, penerangan.
Ada tiga tujuan utama dalam membaca sekilas ini, yaitu:
a) untuk memperoleh suatu
kesan umum dari suatu buku atau artikel, tulisan singkat;
b) untuk menemukan hal
tertentu dari suatu bahan bacaan;
c) untuk menemukan / menempatkan
bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.
·
Membaca dangkal
Membaca dangkal pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang
dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bacaan. Biasanya
dilakukan bila kita membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang
endatangkan kebahagiaan di waktu senggang; misalnya cerita pendek, novelringan,
dan sebaginya.
B.
Membaca Intensif
Yang dimaksud dengan membaca intensif
adalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang
dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua
sampai empat halaman setiap hari. Kuesioner, latihan pola-pola kalimat, latihan
kosa kata, telaah kata-kata, dikte dan diskusi umum merupakan bagian dan teknik
membaca intensif.
Yang
termasuk ke dalam kelompok membaca intensif ini ialah:
a)
membaca telaah isi.
b)
membaca telaah bahasa.
Membaca intensif pada hakekatnya memerlukan teks yang panjangnya
tidak lebih dari 500 patah kata ( yang dapat dibaca dalam jangka waktu 2 menit
dengan kecepatan kira-kira 5 patah kata dalam satu detik) Tujuan utama adalah
untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis,
urutan-urutan retoris atau pola-pola teks, pola-pola simbolisnya; nada-nada
tambahan yang bersifat emosional dan social, pola-pola sikap dan tujuan sang
pengarang, dan juga sarana-sarana linguistic yang dipergunakan untuk mencapai
tujuan.
·
Membaca telaah isi
Membaca telaah isi dapat kita bagi
atas:8
- membaca teliti
- membaca pemahaman
- membaca kritis
- membaca ide
Berikut
ini akan dibicarakan satu persatu telaah isi:
1 Membaca teliti
Sama pentingnya dengan membaca
sekilas, maka seringkali kita perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang kita sukai. Membaca teliti
membutuhkan sejumlah keterampilan antara lain:
- survei yang cepat untuk
memperhatikan/melihat organisasi dan pendekatan umum;
- membaca secara seksama dan
membaca ulang paragraph-paragraf untuk menemukan kalimat-kalimat judul dan
perincian-perincian penting; dan
- penemuan hubungan setiap
paragraf dengan keseluruhan tulisan atau artikel.
2.Membaca pemahaman
Membaca pemahaman (atau reading for
understanding) yang dimaksudkan di sini adalah sejenis membaca yang bertujuan
untuk memahami;
- standar-standar atau
norma-norma kesastraan (literary standards)
- resensi kritis (critical
review)
- drama tulis (printed drama)
- pola-pola fiksi (patterns of
fiction)
3.
Membaca kritis
Kemampuan membaca pemahaman
merupakan dasar bagi membaca kritis. Membaca kritis (atau critical reading)
adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati,
mendalam, evaluatif, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan. Pada
umumnya membaca kritis (atau membaca interptretatif, ataupun membaca kreatif)
ini menuntut dari para pembaca agar mereka;
- memahami maksud penulis
- memahami organisasi dasar
tulisan
- dapat menilai penyajian penulis/pengarang
- dapat menerapkan
prinsip-prinsip kritis pada bacaan sehari-hari
- meningkatkan minat baca,
kemampuan baca dan berpikir kritis
- mengetahui prinsip-prinsip
pmilihan bahan bacaan
- membaca majalah atau
publikasi-publikasi periodik yang serius.
4.
Membaca ide
Yang disebut membaca ide atau reading for
ideas adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta
memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.Agar kita dapat mencari,
menemukan, serta mendapat keuntungan dari ide-ide yang terkandung dalam bacaan,
maka kita harus berusaha membuat diri kita menjadi pembaca yang baik atau good
reader. Berikut ini akan diperbincangkan apa yang disebut pembaca yang baik.
·
Membaca telaah bahasa
Membaca telaah bahasa adalah suatu ketrampilan membaca
dengan cara membaca dari segi isi dan bahasa suatu bacaan sehingga mencerminkan
keindahan.jenis-jenis membaca telaah bahasa antara lain membaca bahasa dan
membaca sastra
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting dalam
kehidupan.Tidak hanya di lingkungan pendidikan tetapi juga di masyarakat
luas,karena dengan membaca bisa pintar. Orang bisa membuka cakrawala sehingga
menambah wawasan dalam hidupnya.
3.2 Saran
Membaca sangat penting bagi kita, karena dengan membaca kita bisa memperoleh
manfaat yang salah satunya dapat menambah pengetahuan kita. Untuk itu mari kita
membaca, mambaca dan terus mambaca.
DAFTAR PUSTAKA
Tarigan,
Hendry Guntur. Prof .1986.”Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa,
angkasa : bandung
Razak,
Abdul, Drs. 1991, kemampuan membaca, program study bahasa Indonesia, UNRI, Pekanbaru
Tarigan, Henry Guntur. 1987. MEMBACA. Bandung :
ANGKASA.
Tarigan, Henry Guntrur . 1982 .MENULIS.Bandung :
ANGKASA.