Rabu, 23 November 2016

Tugas 4 Resensi Novel Lonceng Cinta Di Sekolah Guru



Resensi Novel

Lonceng Cinta Di Sekolah Guru


Judul Buku                  : Lonceng Cinta Di Sekolah Guru
Pengarang                   : Khairul Jasmi
Penerbit                       : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit                : 2015
Jumlah halaman          : 353 Halaman

ISI NOVEL
IMG20161123151219.jpg    
      Lonceng cinta di sekolah guru bercerita tentang perjalanan Nurus Selama menjadi pelajar di SPG (sekolah pendidikan guru) hingga setelah lulus dari kampus biru tersebut.sekolah Nurus berada di padang panjang.Nurus jatuh cinta pada adik kelasnya yang bernama Zeta,bidadari ,ia memangilnya.Kisah cintanya dengan Zeta sangatlah rumit bukan karena Zeta tak merespon perasaannya tetapi karena  factor  senioritas yang ada di asrama putri yang disingkat aspi .Aturan dalam komplek aspi sangatlah disiplin salah satunya seperti dilarang pacaran .
       Akhir-akhir ini Zeta terlihat seperti menghindar dari Nurus,saat mereka bertemu Zeta terkesan ketakutan, tersimpan rasa penasaran dan kegundahan Nurus hingga ia hampir dibuat gila olehnya,tak lama kemudian Nurus pun tau apa penyebab  keganjalan dari sikap Zeta .Zeta merupakan junior di aspi , jika hubungan kedekatannya dengan Nurus  diketahui oleh senior-seniornya di aspi bisa-bisa Zeta jadi bahan perpeloncoan dan mendapat hukuman dari senior-seniornya itu. Maka sebab itulah akhir-akhir ini zeta menghindar dari Nurus.Banyak sekali cobaan di dalam hubungan percintaan mereka berdua seperti datangnya Tata sebagai pihak ketiga. Cinta mereka kembali di uji dengan masalah perjodohan Zeta dengan lelaki perantauan nan mapan,tetapi sekali lagi mereka dapat melewatinya dengan baik.
        Setelah lulus dari SPG dan pergi merantau membuat hubungan Zeta dan Nurus semkin renggang saja.Hingga pada akhirnya mereka benar-benar tidak saling ingin mengetahui kabar satu sama lain.Setelah 4 tahun kemudian nurus mengetahui kabar berita bahwa Zeta telah menikah dengan teman sekelasnya sendiri yaitu Zulkarnain dan mereka sudah memiliki dua buah hati.Nurus juga harus tetap melanjutkan hidupnya meski tanpa sosok Zeta sang bidadari yang mampu menggemakan lonceng cinta dihati Nurus sewaktu di SPG itu. Nurus melanjutkan studinya di IKIP padang di program D3 jurusan sejarah  .Disana ia bertemu dengan gadis berkacamata,berambut ikal sebahu.hingga pada akhirnya gadis itulah yang menjadi pelabuhan cinta terakhir nurus.

Rabu, 12 Oktober 2016

makalah konsep dasar membaca

KONSEP DASAR MEMBACA


Dosen pengajar: Shinta anggreany SP, M.Si

Disusun oleh
Nama          :Cindy Rosita
Nim            :D1B016046
                                             Kelas            : Agribisnis (E) 

                                PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat – Nyalah saya bisa menyusun makalah mata kuliah Bahasa Indonesia ini dengan sebaik-baiknya.
Semoga dengan disusunnya makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita dalam mempelajari tentang membaca,sehingga makalah ini ada manfaatnya khususnya bagi saya umumnya bagi pembaca.
Saya menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu Kritik dan saran sangat saya nantikan demi perbaikan penyusunan makalah dalam masa mendatang.










Jambi,Oktober 2016


Penulis






i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………... i
DAFTAR ISI……………………………………………………………..ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………..1
1.1  Latar belakang…………………………….………….....1
1.2  Rumusan masalah………………….…………………...2
1.3  Tujuan…………………………….…………………….2
1.4  Manfaat…………………………………………………2
BAB II PEMBAHASAN……………………………….……………......3
2.1   pengertian membaca………………………………………………3
2.2  Tujuan dan manfaat membaca……………………………………..4
2.3  Aspek-aspek membaca……………………………………………..5
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………..11
3.1 Kesimpulan………………………………………………………..11
3.2 saran……………………………………………………………… 11
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………...12








ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Membaca mempunyai peranan sosial yang amat penting dalam kehidupan manuisa sepanjang masa. Yang  dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan informasi, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.
Ada ungkapan  yang mengatakan bahwa buku adalah gudang ilmu, tentunya kita dapat menggali gudang ilmu dengan cara membaca. Bahkan di dalam keyakinan ajaran agama Islam, Allah menyampaikan ayat pertama kepada nabi Muhammad saw yaitu berisi suruhan untuk membaca. Hal ini menunjukan bahwa membaca merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia yang harus menjadi sebagai sebuah kebiasaan.
      Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.
     Membaca merupakan kegiatan menerima akan tetapi, untuk mendapatkan pemahaman yang baik dan menyeluruh, kita tidak melakukannya dengan berpasrah diri. Untuk memperoleh itu, kita secara aktif bekerja mengolah teks bacaan menjadi bahan yang bermakna.
         Bahkan bukan hanya pemahaman yang di tuntut dalam membaca, melainkan juga penggolahan bahan bacaan secara kritis dan kreatif. Membaca bukan hanya proses mengingat, melainkan juga proses kerja mental yang melibatkan Aspek-Aspek berpikir kritis dan kreatif seperti yang telah di singgung di atas tadi. Atau lebih berarti bila ia mampu menerapkanya dalam kehidupan secara nyata.
       



1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa itu membaca?
2.      Apa tujuan dan manfaat membaca?
3.      Apa saja aspek-aspek membaca?
                                                      

1.3 Tujuan
1.Untuk mengetahui pengertian membaca
2.Untuk mengetahui tujuan dan manfaat membaca
3.Untuk .mengetahui aspek-aspek membaca


1.4 Manfaat
Manfaat dari penulisan makalah ini yaitu menambah pengetahuan dengan memberikan informasi kepada pembaca agar lebih mengetahui tentang apa itu membaca dan kosnsep-konsep yang ada di dalamnya.









BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Membaca
    Membaca berasal dari kata dasar baca yang artinya memahami arti tulisan.Membaca adaklah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan.Tanpa bisa membaca manusia bisa dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang.Sebab hidup manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya . Dan untuk mendapatkan pengetahuan itu salahh satunya dengan cara membaca.Pengertian lain membaca ialah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan dan informasi, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.
    Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding). Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding) adalah menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna.
 Definisi membaca menurut para ahli :
1. Tampubolon (1993) menjelaskan pada hakekatnya membaca adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan, maupun dalam kegiatan itu terjadi proses pengenalan huruf-huruf
2. Smith (ginting, 2005) bahewa membaca merupakan suatu proses membangun pemahaman dari teks yang tertulis.
3. Burn, Roy dan ross (1984) merupakan proses penerimaan simbol oleh sensori, kemudian mengintererpretasikan simbol, atau kata yang di lihat atau mempersepsikan, mengenali hubungan antara kata-kata yang di tulis oleh penulis.
4. Tarigan (1985) adalah suatu proses yang dilakukan serta di pergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan kadang-kadang orang lain, yaitu mengomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis.                                                                                                      
5. Bonomo (tarigan, 1985) adalah memetik serta memahami arti makna yang terkandung di dalam bahan tulis
6. Davies (sugiarto,2001) adalah suatu proses mental atau proses kognetif yang didalamnya seorang pembaca di harapkan bisa mengikuti dan merespon terhadap pesan si penulis.
7. Cole (1963) menjelaskan bahwa membaca juga dapat menimbulkan rasa aman dan merelasikan diri dalam kehidupan pribadi seperti hubungan yang lebih baik dengan keluarga dan kelompok, perubahan sikap, ide-ide baru serta semakin menghargai berbagai aktifitas dalam kehidupan.

     Berbagai definisi tentang membaca telah dipaparkan di atas, dan dapat disimpulkan bahwa membaca adalah kegiatan fisik atau mental, yang menuntut seseorang untuk menginterpretasikan simbol-simbol tulisan dengan aktif dan kritis sebagai pola komunikasi dengan diri sendiri agar pembaca dapat menemukan makna tulisan dan memperoleh informasi sebagai proses tranmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning).

2.1 Tujuan dan Manfaat Membaca
   Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan.
Di bawah ini yang merupakan salah satu manfaat membaca sebagai berikut :
1.   Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
2.   Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
3.   Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
4.   Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
5.   Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
6.   Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
7.   Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.                                                                              
8.   Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
9.   Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
10. Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).

2.3 Aspek aspek Membaca
Secara garis besarnya terdapat dua aspek penting dalam membaca yaitu:
I. Keterampilan yang bersifat ( mechanical skills ) yang dapat di anggap berada pada urutan yang                         lebih rendah ( lower order ). Aspek ini mecangkup :
A. pengenalan bentuk huruf.
B. pengenalan unsur-unsur linguistic ( fonem/grafem,kata,frase,pola klause,kalimat,dan lain-lain.
C. pengenalan hubungan/ korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan menyuarakan  bahan tertulis atau “ to bark at print “ ).
D. kecepatan membaca bertaraf lambat.

II. Keterampilan yang bersipat pemahaman  ( comperehesion skills ) yang dapat di anggap berada  pada urutan yang lebih tinggi ( higher order). Aspek ini mencangkup :
              a.        memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal, retorikal).
    b.       memahami signifikansi atau makna

Adapun jenis-jenis membaca antara lain:
Ø  MEMBACA NYARING
Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang pengarang.Membaca nyaring yang baik menuntut agar si pembaca memiliki kecepatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh, karena dia haruslah melihat pada bahan bacaan untuk memelihara kontak mata dengan para pendengar.
     Membaca nyaring itu pada hakekatnya merupakan suatu masalah lisan. Oleh karena itu maka khusus dalam pengajaran bahasa asing, aktivitas membaca nyaring lebih dekat atau lebih ditunjukan pada ucapan dari pada bahan bacaan haruslah dipilih yang mengandung isi dan bahasa yang relative mudah dipahami
Ø  MEMBACA DALAM HATI
Tujuan utama membaca dalam hati adalah untuk memperoleh informasi.Pada membaca dalam hati ini sang anak mencapai kecepatan dalam pemahaman frase-frase, memperkaya kosa katanya, dan memperoleh keuntungan dalam hal keakraban dengan sastra yang baik. Setelah membaca dalam hati, sang guru dapat menyuruh serta mendorong para pelajar mengutarakan yang telah mereka baca, dan hal ini memudahkan pengujian pertumbuhan daya pemahaman dan apresiasi mereka.Dalam garis besarnya, membaca dalam hati dapat dibagi atas:
  1. Membaca ekstensif dan
  2. Membaca intensif.



Berikut ini akan dibicarakan satu persatu secara terperinci
A.Membaca Ekstensif  
Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Obyeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Yang menjadi tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah untuk memahami isi yang penting-penting dengan cepat dan dengan demikian membaca secara efisien dapat terlaksana.Membaca ekstensif ini meliputi pula membaca survey,sekilas, dan dangkal.Berikut ini penjelasan mengenai membaca survey,sekilas,dan dangkal:
·         Membaca survey
Sebelum kita mulai membaca makabiasanya kita meneliti terlebih dahulu apa-apa yang akan kita telaah. Kita mensurvei bahan bacaan yang akan dipelajari, yang akan ditelaah, dengan jalan:
a)   memeriksa, meneliti indeks-indeks, daftar kata-kata yang terdapat dalam buku-buku.
b)   melihat-lihat, memeriksa, meneliti judul-judul bab yang terdapat dalam buku-buku     yang   bersangkutan.
c)  memeriksa, meneliti bagan, skema, outline buku yang bersangkutan.
·         Membaca sekilas
Membaca sekilas adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi, penerangan.
Ada tiga tujuan utama dalam membaca sekilas ini, yaitu:
a)      untuk memperoleh suatu kesan umum dari suatu buku atau artikel, tulisan singkat;

b)      untuk menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan;
c)      untuk menemukan / menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.
·         Membaca dangkal
    Membaca dangkal pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bacaan. Biasanya dilakukan bila kita membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang endatangkan kebahagiaan di waktu senggang; misalnya cerita pendek, novelringan, dan sebaginya.
B. Membaca Intensif
    Yang dimaksud dengan membaca intensif adalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Kuesioner, latihan pola-pola kalimat, latihan kosa kata, telaah kata-kata, dikte dan diskusi umum merupakan bagian dan teknik membaca intensif.
Yang termasuk ke dalam kelompok membaca intensif ini ialah:
a)      membaca telaah isi.
b)      membaca telaah bahasa.                                                                                               
  Membaca intensif pada hakekatnya memerlukan teks yang panjangnya tidak lebih dari 500 patah kata ( yang dapat dibaca dalam jangka waktu 2 menit dengan kecepatan kira-kira 5 patah kata dalam satu detik) Tujuan utama adalah untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis, urutan-urutan retoris atau pola-pola teks, pola-pola simbolisnya; nada-nada tambahan yang bersifat emosional dan social, pola-pola sikap dan tujuan sang pengarang, dan juga sarana-sarana linguistic yang dipergunakan untuk mencapai tujuan.


·         Membaca telaah isi 
       Membaca telaah isi dapat kita bagi atas:8
  1. membaca teliti
  2. membaca pemahaman
  3. membaca kritis
  4. membaca ide
Berikut ini akan dibicarakan satu persatu telaah isi:
      1 Membaca teliti
   Sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka seringkali kita perlu membaca dengan teliti    bahan-bahan yang kita sukai. Membaca teliti membutuhkan sejumlah keterampilan antara lain:
  1. survei yang cepat untuk memperhatikan/melihat organisasi dan pendekatan umum;
  2. membaca secara seksama dan membaca ulang paragraph-paragraf untuk menemukan kalimat-kalimat judul dan perincian-perincian penting; dan
  3. penemuan hubungan setiap paragraf dengan keseluruhan tulisan atau artikel.
2.Membaca pemahaman
   Membaca pemahaman (atau reading for understanding) yang dimaksudkan di sini adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami;
  1. standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards)
  2. resensi kritis (critical review)
  3. drama tulis (printed drama)
  4. pola-pola fiksi (patterns of fiction)


3. Membaca kritis
       Kemampuan membaca pemahaman merupakan dasar bagi membaca kritis. Membaca kritis (atau critical reading) adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan. Pada umumnya membaca kritis (atau membaca interptretatif, ataupun membaca kreatif) ini menuntut dari para pembaca agar mereka;
  1. memahami maksud penulis
  2. memahami organisasi dasar tulisan
  3. dapat menilai penyajian penulis/pengarang
  4. dapat menerapkan prinsip-prinsip kritis pada bacaan sehari-hari
  5. meningkatkan minat baca, kemampuan baca dan berpikir kritis
  6. mengetahui prinsip-prinsip pmilihan bahan bacaan
  7. membaca majalah atau publikasi-publikasi periodik yang serius.
4. Membaca ide
    Yang disebut membaca ide atau reading for ideas adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.Agar kita dapat mencari, menemukan, serta mendapat keuntungan dari ide-ide yang terkandung dalam bacaan, maka kita harus berusaha membuat diri kita menjadi pembaca yang baik atau good reader. Berikut ini akan diperbincangkan apa yang disebut pembaca yang baik.
·         Membaca telaah bahasa
Membaca telaah bahasa adalah suatu ketrampilan membaca dengan cara membaca dari segi isi dan bahasa suatu bacaan sehingga mencerminkan keindahan.jenis-jenis membaca telaah bahasa antara lain membaca bahasa dan membaca sastra

     
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan.Tidak hanya di lingkungan pendidikan tetapi juga di masyarakat luas,karena dengan membaca bisa pintar. Orang bisa membuka cakrawala sehingga menambah wawasan dalam hidupnya.

3.2 Saran
      Membaca sangat penting bagi kita, karena dengan membaca kita bisa memperoleh manfaat yang salah satunya dapat menambah pengetahuan kita. Untuk itu mari kita membaca, mambaca dan terus mambaca.














DAFTAR PUSTAKA

Tarigan, Hendry Guntur. Prof .1986.”Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa, angkasa :    bandung

Razak, Abdul, Drs. 1991, kemampuan membaca, program study bahasa Indonesia, UNRI,    Pekanbaru
Tarigan, Henry Guntur. 1987. MEMBACA. Bandung : ANGKASA.
Tarigan, Henry Guntrur . 1982 .MENULIS.Bandung : ANGKASA.